nama:ugi sugiharto
kelas :x rpl
smk :SMK DINAMIKA
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
BLUETOOTH HINGGA VERSI 4.0
Bluetooth
merupakan salah satu teknologi kuno yang masih tetap dipakai hingga saat
ini. Bluetooth sendiri merupakan teknologi yang menggantikan teknologi infrared yang terbilang cukup repot ketika
menggunakannya. Pengertian lebih lengkap dari teknologi wireless yang digunakan
untuk melakukan transfer data jarak pendek dengan menggunakan transmisi radio
(2400-2480 MHz). Bluetooth mampu menciptakan sebuah Personal Area
Network (PAN) yang memiliki tingkat keamanan tinggi melalui sebuah perangkat
mobile. Teknologi Bluetooth ini pertama kali diciptakan oleh Ericsson pada
tahun 1994. Awalnya Bluetooth digunakan sebagai alternatif pengganti salah satu
konektor kabel. Namun, akhirnya teknologi
Bluetooth lebih berkembang kerena kemampuannya untuk terkoneksi pada beberapa
perangkat sekaligus. Saat ini, teknologi Bluetooth dikelola oleh sebuah badan
yang dikenal dengan nama Bluetooth Special Interest Group (SIG) yang berdiri
sejak 20 Mei 1998 ini memiliki lebih dari 17.000 member dari segala arah bisnis
(komputer, telekomunikasi, jaringan dan consumer electronic). SIG mengawasi perkembangan Bluetooth serta membuat standar
penggunaan untuk melindugi merek dagangnya. Bluetooth sendiri berasal dari
bahasa Scandinavia, Blatand/Blatann. Julukan untuk Raja Harald I dari
Denmark dan bagian dari Norwegia yang menyatukan suku Denmark ke dalam sebuah
kerajaan tunggal. Ide ini diusulkan oleh Jim Kardach, salah satu developer yang
ikut mengembangkan teknologi ini. Pengambilan nama Bluetooth disetujui karena
implikasinya yang sama, dalam hal ini menyatukan antara mobile phone dan komputer.
Perkembangan Versi
Bluetooth
Bluetooth yang
kita kenal saat ini memang memiliki banyak versi. Versi awal yang muncul adalah
v1.0 dan v1.0B. Versi awal ini mengalami
kegagalan karena perangkat dan teknologi yang belum begitu banyak digunakan.
Bluetooth Versi 1.1
dan 1.2
Bluetooth v1.1
menunjukan perbaikan dengan disahkan sebagai standar IEEE Standerd
802.15.1-2002, Versi ini juga masih membawa beberapa kekurangan versi
sebelumnya. Akhirnya versi sukses untuk teknologi wireless ini didapatkan pada
v1.2. Versi ini memiliki kompatibilitas dengan teknologi sebelumnya dengan
kecepatan 721 kbit/s. Perkembangan tidak berhenti sampai di situ, Bluetooth
v2.0 + EDR diperkenalkan pada tahun 2004. Versi ini menggunakan teknologi
Enhanced Data Rate (EDR) untuk transfer data yang lebih cepat. EDR mendukung
kecepatan transfer data hingga 3 Mbit/s, meskipun pada prakteknya kecepatan
yang ada hanya 2,1 Mbit/s.
Versi 2.1 + EDR
Tiga tahun
setelah peluncuran v2.0 + EDR. Bluetooth SIG mengumumkan Bluetooth v2.1 + EDR yang mendukung penuh kompabilitas terhadap versi
sebelumnya. Pada versi ini diperkenalkan teknologi Secure Simple Pairing
(SSP) yang meningkatkan kemampuan pengirim dan penerima sinyal antar perangkat.
Versi 2.1 juga memperkenalkan fitur Extended Inquiry Response (EIR) yang memberikan lebih banyak informasi sebelum
melakukan pairing pada perangkat lain. Teknologi ini memungkinkan penyaringan
yang lebih baik sehingga dapat menghemat penggunaan daya.
Versi 3.0 + HS
Bluetooth v3.0 + HS diperkenalkan pada 21 April
2009 yang menyediakan kecepatan hingga 24 Mbit/s. Pada versi ini link
Bluetooth hanya digunakan untuk pairing dan pembentukan jalur akses data, sementara pengiriman dan penerimaan data
menggunakan link wireless 802.11 (sama seperti Wi-Fi). Fitur baru dan
utama dari versi ini adalah Alternate MAC/PHY (AMP) yang memberikan dukungan link 802.11 untuk transf
er data yang lebih
cepat. “HS” pada versi ini
merupaka
singkatan dari High Speed melalui penggunaan link 802.11.
Versi 4.0
Teknologi dengan penggunaan daya yang rendah
menjadi salah satu bahasa utama pada tahun selanjutnya. Bluetooth Low
Energy (BLE) adalah hasil yang didapat dan akhirnya melahirkan Bluetooth v4.0.
Konsumsi daya yang kecil, waktu pemakaian yang lebih lama, biaya produksi yang
rendah, jangkauan yang lebih besar serta kecepatan transfer hingga 1 Mbit/s
menjadi ke unggulan Bluetooth v4.0 ini. BLE tidak digunakan pada semua
perangkat oleh karna itu Bluetooth V4.0 menggunakan teknologi Dual Mode, yaitu
mengaktifkan dua tipe wireless. Koneksi
wireless Bluetooth Classic yang masih banyak digunakan pada perangkat yang ada
dan BLE sebagai standar baru penggunaan koneksi wireless. [IRW]
Bluetooth
adalah
spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (
personal area
networks
atau
PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara
peralatan-peralatan. Spesifiksi dari peralatan Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth
Special Interest Group. Bluetooth
beroperasi
dalam pita frekuensi 2,4 Ghz dengan menggunakan sebuah
frequency hopping
traceiver
yang
mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara
host-host bluetooth dengan jarak terbatas.Kelemahan teknologi ini adalah
jangkauannya yang pendek dan kemampuan transfer data yang rendah.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WIFI.
Diposkan oleh aminahdemex345 On
Selasa, 14 Mei 2013 1 komentar
1. Pengertian
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan
mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan
cepat.
Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat
digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak
orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan Kebebasan karena teknologi Wi-Fi memberikan
kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari
ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan caf-caf yang bertanda Wi-Fi Hot
Spot.Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan
Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses
internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel
(wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan
internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Selesai diratifikasi dan dirilis Oktober
1999. Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 54 Mbps
dan bekerja pada frekuensi 5 GHz. Metode transmisi yang digunakan adalah
Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang
mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi (resisten
terhadap interferensi dengan gelombang lain). Range maksimal untuk indoor hanya
sekitar 15 meter/ ± 50 ft. Sedangkan outdoor ± 100 ft/30 meter.
Standar 802.11a tidak kompatibel dengan 802.11 b,g
Muncul di pasaran awal tahun 2000.
Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 5.5 Mbps
dan/atau 11 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Dikenal juga
dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih
mencapai 5.9 Mbps pada protokol TCP, dan 7.1 Mbps pada protokol UDP. Metode
transmisi yang digunakannya adalah DSSS. memiliki range area yang lebih
panjang (~150 feet/45 meters di dalam indoor dan ~300 feet/90 meter dalam
outdoor)
Dipublikasikan pada bulan Juni
2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mbps pada pita frekuensi
2,4 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar
wireless network yang hampir sama dengan 802.11b tetapi metode transmisi
yang digunakan adalah OFDM (sama dengan 802.11a). Range area ~150
feet/45 meter untuk indoor dan ~300 feet/90 meter untuk outdoor.
Baru saja dirilis 11 September
2009. Secara teoritis, dapat mencapai kecepatan 600 Mbps. Namun,
setelah Wi-Fi Alliance menguji, hanya mencapai kecepatan maksimum 450 Mbps.
Bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan/atau 5 GHz. Sama seperti teknologi
MIMO (multiple-input multiple-output), 802.11n bekerja dengan cara mengutilisasi
banyak komponen pemancar dan penerima sinyal sehingga transmisi data dapat
dilakukan paralel untuk meningkatkan nilai throughput (50-144 Mbps). Range
maksimal untuk indoor 70 meter sedangkan outdoor bisa mencapai 250
meter. Wi-Fi 802.11n ini akan diaplikasikan di device router dan adapter.
PERBANDINGAN FUNGSI WIFI A,B,G
Diposkan oleh aminahdemex345 di 03.36
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI WIMAX.
perkembangan wimax
Saat ini, Wi-Fi berkecepatan tinggi hanya mampu
menghantarkan bandwidth sebesar 54 megabit per detik, itu pun bila bekerja pada
kondisi optimal. WiMAX memiliki kemampuan lebih baik dalam hal ini. Dengan 70
Mbps, WiMAX dapat melayani ratusan user sekaligus dengan kecepatan setara
cable-modem untuk setiap user-nya.
Bila membandingkan Wi-Fi dan WiMAX maka perbedaan terbesar bukan pada kemampuan
bandwidth pada setiap sistem, melainkan pada jangkauannya. Sebuah WiMAX Tower
mampu merangkul user yang berada pada kisaran 50 km pada kondisi geografis yang
baik. Hal ini adalah kabar yang sangat menggembirakan terutama untuk para ISP yang
sudah menawarkan koneksi Wi-Fi pada paket koneksi Internet mereka. Sebab dengan
menggunakan WiMAX, ISP tidak perlu lagi membangun banyak repeater seperti yang
digunakan pada Wi-Fi. Ini dikarenakan jangkauan nya yang sangat luas.
Bayangkan, sebuah ISP hanya membutuhkan satu buah antena untuk menjangkau
ratusan user-nya yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini sudah cukup banyak kota besar di Indonesia
yang sudah menggunakan teknologi Wi-Fi sebagai alternatif baru untuk koneksi
jaringan, atau bahkan kota kecil lainnya juga sudah ada yang ikut merintis hal
ini. Tidak sedikit kita melihat antena dan repeater Wi-Fi yang bertebaran di
atas gedung perkantoran atau bahkan rumah-rumah milik tetangga yang cukup
beruntung bisa mencicipi hotspot dari penyedia jasa Internet. Dengan WiMAX,
tentu saja hal ini bisa lebih disederhanakan. Cukup dengan membangun satu tower
saja, sebuah ISP tidak perlu lagi membuang banyak dana untuk membangun beberapa
repeater demi menjangkau seorang user yang belum mendapat jatah hotspot di
daerahnya, ini adalah sebuah penghematan yang cukup besar. Apalagi bila
ditinjau dari kesediaan bandwidth yang sudah cukup memadai untuk kebutuhan
Internet masa depan.
Protocol WiMAX juga sudah dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan Internet di
masa mendatang, WiMAX dapat mengakomodasi berbagai macam jenis dan permintaan
data. VoIP sabagai kependekan dari Voice over Internet Protocol adalah sebagai
contohnya. Dengan VoIP, pengguna Internet dengan mudah dapat melakukan komunikasi
suara secara local, interlokal, bahkan internasional tanpa harus membayar pulsa
telepon yang tentunya cukup mahal, cukup dengan membayar koneksi internet
secara flat seorang pengguna VoIP sudah dapat menelpon ke manapun dia suka
dengan biaya flat pula. Jika WiMAX sudah terimplementasi dengan baik seperti
halnya Wi-Fisaat ini, maka bukan hal yang mustahil bila VoIP bisa menjadi hal
yang biasa bagi pengguna WiMAX nantinya. Komunikasi suara tentunya akan menjadi
hal yang sangat mudah dan murah selain koneksi Internet yang sudah menjadi
sumber informasi paling populer saat ini.
WiMAX Saat Ini...
Bicara mengenai WiMAX sebagai salah satu pengembangan teknologi terbaru saat
ini, muncul pertanyaan, kapan saya bisa menikmati WiMAX? Jawabannya adalah
“belum sekarang”, tapi jangan sedih dulu.
Perkembangan WiMAX saat ini sudah mendekati percobaan dan implementasi tahap
akhir. Saat ini perusahaanperusahaan TI dan telekomunikasi raksasa dunia
seperti Intel dan Nokia yang sudah memulai untuk berkolaborasi dalam
mempersiapkan WiMAX. Pada bulan Juni 2005 kemarin, Intel dan Nokia sudah
mengumumkan tentang kerja sama ini. Demikian pula disinggung mengenai
pembangunan Network Infrastructure serta Mobile Client yang akan mendukung
teknologi WiMAX.
Intel baru-baru ini juga mengatakan bahwa mereka akan mulai membangun processor
dan chipset yang sudah mendukung WiMAX. Intel juga mengumumkan bahwa mereka
juga sedang melakukan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang bernama
Clearwire dalam proyek pengembangan WiMAX.
Tidak hanya itu, WiMAX juga telah dikembangkan ke perangkat mobile yang
diprakarsai oleh Motorola sebagai salah satu pionir industri telekomunikasi
dunia, setelah beberapa waktu lalu IEEE (Institute of Electrical and Electronic
Engineers) mengesahkan 802.16e sebagai standar yang akan digunakan pada WiMAX
mobile, maka bisa dipastikan di masa mendatang WiMAX dapat dinikmati pada
perangkat mobile.
copyright www.resource
pc media.co.id
sumber Annisa M. Zakir
oleh: septian dwi yanuar (0972230)